Tips Membeli Rumah Idaman Anda

Tips Membeli Rumah Idaman Anda, Perhatikan Hal Ini! Saat membeli rumah Anda perlu memperhatikan dengan seksama bagian konstruksinya. Lebih baik Anda banyak bertanya tentang konstruksi rumah tersebut daripada setelah menempati Anda mengeluh tentang hasil kontruksi rumah yang tidak sesuai dengan keinginan Anda.

Tips Menjaga Keselamatan Anak di Rumah yang Perlu Anda Perhatikan
Tips Menjaga Keselamatan Anak di Rumah yang Perlu Anda Perhatikan
Tips Membeli Rumah Idaman Anda Perhatikan Hal Ini
Tips Membeli Rumah Idaman Anda Perhatikan Hal Ini

Sebagai konsumen, selain fasilitas yang ditawarkan oleh perumahan, lokasi dan spesifikasi bahan material bangunan juga perlu diperhatikan juga. Hal ini penting dilakukan karena spesifikasi material merupakan data awal informasi konstruksi yang dicari saat membeli rumah. Biasanya para pengembang memberikan spesifikasinya yang tercantum pada brosur-brosur mereka.

Tips Membeli Rumah Idaman Anda Perhatikan Hal Ini
Tips Membeli Rumah Idaman Anda Perhatikan Hal Ini
Tips Menjaga Keselamatan Anak di Rumah yang Perlu Anda Perhatikan
Tips Menjaga Keselamatan Anak di Rumah yang Perlu Anda Perhatikan

Rumah yang dijual dengan harga murah biasanya material yang digunakan harganya tidak terlalu mahal, misalnya dalam kamar mandi menggunakan kloset jongkok bukan kloset duduk. Ada juga yang menggunakan kayu kelas 2. Mereka punya alasan karena harganya lebih murah, tapi bukan berarti kuat atau baik kualitasnya. Kekuatan dan kekokohan material harus menjadi kunci utama dalam pembangunan sebuah rumah.

Bagaimanakah caranya agar dapat menemukan kondisi rumah yang layak huni serta sesuai dengan harga dan spesifikasinya? Spesifikasi material menunjukkan material yang digunakan untuk pembangunan rumah, sedangkan spesifikasi pekerjaan adalah lebih menunjukkan bagaimana proses tentang pengerjaan rumah atau cara-cara membangun rumah.

Spesifikasi dibrosur dan kenyataan dilapangan harus cocok. Jangan sampai apa yang dituliskan dibrosur pemakaian material kelas 1, ternyata yang sebenarnya digunakan material kelas 2. Yang sering terjadi dalam hal ini adalah para kontraktor tidak mengikuti spesifikasi pekerjaannya. Justru dari hal ini dapat membahayakan keselamatan si penghuni karena konsumen terkadang tidak langsung memantau proses pengerjaannya. Pihak pengembang juga harus bertanggung jawab penuh atas kejujuran kontraktor dalam mengikuti spesifikasi pekerjaan.

Konstruksi rumah juga harus diperhatikan selain materialnya, sebenarnya konstruksi rumah bisa dilihat saat proses pembangunan. Bagaimana jika rumah yang dibeli sudah selesai dikerjakan? Tidak mungkinkan jika ingin melihat pondasi membuka lantai rumah terlebih dulu atau ingin melihat berapa besi yang digunakan?. Sebaiknya Anda meninjau lokasinya terlebih dulu sebelum melakukan transaksi pembelian.

Karena akan lebih menguntungkan Anda, jika rumah-rumah tersebut dalam proses pembangunan, jadi semua proses pengerjaannya dapat dilihat. Namun bila rumah tersebut sudah selesai pembangunannya, ada baiknya Anda mencari tipe rumah yang sama lokasinya tidak jauh dari rumah yang akan dibeli.

Pada saat Anda memeriksa sebaiknya harus teliti, jika perlu Anda bisa naik ke loteng untuk memastikan proses pengerjaan atap tertib dan cukup rapi. Jika dilihat sekilas dari luar memang atapnya berdiri kokoh. Jika Anda naik ke loteng jangan kaget, saat melihat sambungan kuda-kuda yang dipasang asal-asalan.

Sebenarnya sangat menyedihkan, hal ini bisa juga terjadi saat melakukan pembangunan yang bersifat massal. Bisa dibayangkan, jika konstruksi rumah yang sudah terlanjur dibeli hasilnya berantakan. Jadi konsumen harus mengeluarkan biaya lagi untuk melakukan perbaikan konstruksi. Karena konstruksi adalah “urat nadi” dari sebuah rumah jadi biaya yang dikeluarkannya pun pasti mahal untuk memperbaikinya.

Dalam memperhatikan konstruksi berarti juga memperhatikan material maupun proses pembangunannya. Untuk pertama kali Anda harus perhatikan kontruksi utamanya, seperti pondasi, kolom, ringbalk dan atapnya. Pondasi yang dibangun sebaiknya mengikuti prosedur yang sesuai dengan kontruksi, antara lain mengenai bentuk dan ukuran yang sesuai dengan standar yang berlaku.

Pada suatu kasus yang ditemukan adalah pondasi yang dibangun tidak jauh dari tanah atau kedalamannya, sehingga tidak cukup kokoh untuk menyalurkan beban  bangunan ke dalam tanah. Ukuran dari sloff yang terlalu kecil juga menimbulkan beban yang tidak tersalurkan secara merata.

Yang perlu diperhatikan oleh konsumen dan tidak luput adalah tiang atau kolom. Jangan sampai, kolom rumah yang fungsinya sebagai penyalur beban atap hanya menggunakan beberapa besi tanpa pengikat, padahal fungsi dari besi dan pengikat itu sendiri adalah supaya kokoh tiangnya karena untuk menopang. Anda bisa bayangkan jika kolom tersebut sudah jadi dan dibebani atap. Kolomnya jadi menekuk, serta dinding dikanan dan kiri akan terdesak dan mudah retak.

Disamping itu, proses pembangunan atap juga harus benar-benar tertib sesuai prosedur. Memang bagian ini cukup rumit, karena banyak menggunakan material dari bahan kayu dengan berbagai jarak dan ukuran. Setiap fungsi batang rangka atap memiliki ukuran yang sama, misalnya semua kaso yang digunakan pada rumah berukuran 5/7( penampangnya 5cmx7cm). Seharusnya setiap dari sambungan rangka atap tepat pada satu titik, supaya gaya dan momen bisa bekerja dengan baik. Selain itu jarak kaso satu dengan yang lain sesuai dengan ketentuan jaraknya tidak boleh terlalu jauh.

Pemasangan lantai juga harus sesuai dengan spesifikasinya yang benar. Yaitu memberi adukan semen dan pasir dibawah lantai yang berfungsi untuk mencegah lantai pecah-pecah.

Dengan Anda memperhatikan material dan proses pembangunan, setidaknya bisa menghemat beberapa rupiah sebagai biaya perbaikan atap, kolom, atau pondasi. Anda sebagai konsumen perlu mengeluh kepada pengembang, jika tidak sesuai dengan spesifikasi atau prosedurnya. Perlu diingat! sebelum Anda protes sebaiknya Anda mengetahui sedikit banyak tentang wawasan konstruksi rumah yang benar.

Biasanya setelah penandatanganan kontrak jual beli, konsumen diberi waktu selama 3 bulan sebagai masa garansi. Nah, untuk itu gunakan waktu ini sebaik-baiknya serta kembali melihat dan memperbaiki bagian-bagian kecil, seperti masalah finishing pintu, kunci pintu atau jendela, atap yang bocor serta pengecatan rumah yang tidak merata.

Semoga Tips Membeli Rumah ini bisa menjadi acuan Anda sebelum membeli rumah.

loading...