Tips Menjaga Keselamatan Anak di Rumah

Tips Menjaga Keselamatan Anak di Rumah, yang Perlu Anda Perhatikan! – Jaman sekarang semakin maju dan penduduk semakin bertambah. Kebutuhan akan rumah atau tempat tinggal pun menjadi kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidupnya. Seiring dengan berjalannya waktu pembangunan di pedesaan juga sudah berkembang dengan pesat. Dalam penilitian, kebutuhan akan rumah bagi penduduk Indonesia mencapai 4-5 juta setiap tahunnya.

Pentingnya Keselamatan Anak di Rumah
Pentingnya Keselamatan Anak di Rumah

Berbagai bentuk, desain rumah juga sangat beragam dan menarik. Tapi apakah hanya bentuknya saja yang menarik? Seringkali pemerintah, pihak swasta bahkan terkadang kita lupa akan keselamatan anak-anak di rumah kita dengan adanya keberadaan desain rusun atau rumah sendiri. Sebenarnya itu adalah hal yang paling penting dan utama yang perlu digaris bawahi karena menyangkut nyawa anak-anak kita.

Pentingnya Keselamatan Anak di Rumah
Pentingnya Keselamatan Anak di Rumah

Ada beberapa masalah yang timbul di perumahan dewasa ini. Contoh saja kurang perhatian terhadap pengamanan pada bangunan (rusun dan apartemen). Selain itu ada rancangan bangunan yang tidak sesuai karena dengan pola jalan yang dapat membahayakan anak.

Rusun adalah rumah yang mengarah ke atas. Ini adalah aplikasi dari bangunan lantai satu dibuat diatasnya lantai dua sampai dengan lantai yang diinginkan, sama seperti apartemen. Dalam pembangunan bertingkat memang sering menggunakan metode ini. Dari hal tersebut di lakukan bertujuan untuk menghemat biaya, serta memudahkan pemasangan pipa air, listrik, tangga darurat jika terjadi bencana. Desain ini mulanya dipakai untuk mendesain perkantoran kemudian seiring perkembangan jaman dan kebutuhan rumah, maka diterapkan di rusun dan apartemen.

Dari sekian banyak masalah yang ada di rusun dan apartemen adalah terjadinya kecelakaan. Kadang beberapa arsitek tidak terlalu memperhatikan hal tersebut. Yang penting buat desain berdiri bisa ditempati, kalau untuk kantor itu tidak ada masalah, karena yang memakai orang dewasa hanya beberapa jam bekerja. Sekarang lain lagi dengan rusun dan apartemen, yang menggunakan bangunan itu sebagian adalah anak-anak. Karena itu harus menjadi perhatian.

Dapat kita bedakan dengan perkantoran kebanyakan orang sibuk dengan pekerjaannya, jadi tidak sempat untuk membuka jendela karena sudah ber AC. Sekarang kalau dirumah rusun dan apartemen lebih beda lagi kondisinya, yaitu harus keluar masuk bersapa dengan tetangga sekitarnya. Ibu-ibu harus waspada dan ekstra hati-hati terhadap anaknya. Maka dari itu arsitek maupun pengembang lainnya harus memperhatikan dan mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya dalam menerapkan bentuk bangunan demi keselamatan bersama.

Jika orang menyikapi hal tersebut sebenarnya solusinya sangat mudah dan sederhana. Salah satu yang dapat diterapkan adalah variasi bentuk setiap dua lantainya disesuaikan dengan aktivitas dari orang yang menghuni rumah tersebut, yang penting mengacu pada keselamatan. Dari perubahan metode dimungkinkan efeknya akan meningkatkan kualitas dari bangunan serta dimungkinkan sebagai penahan cahaya matahari dan sebagai tempat mengalirnya udara yang keluar dan masuk.

Masalah juga sering terjadi diperumahan. Hal itu terjadi karena perancangan rumah dan jalan jaraknya hanya beberapa meter, makanya banyak terjadi kecelakan meskipun diperumahan yang mewah sekalipun. Terkadang arsitek atau pengembang melupakan hal tentang siapa yang akan memakai produk mereka.

Kebanyakan diperumahan mewah yang jalannya lebar seenaknya saja berlalu lalang menggunakan mobil dengan kecepatan tinggi. Berbeda diperumahan biasa yang jalannya sempit, yang saling berhati-hati dalam berkendara yang justru dampak kecelakaan pun sangat minim. Maka, saat ini banyak orang yang belomba-lomba untuk membuat polisi tidur di depan rumahnya.

Seharusnya jika pengembang mengerti, dampak dari kecelakaan di kompleks adalah warga perumahan. Sebenarnya jika pengembang mencermati sebelum membangun memang harus di rancang dengan baik segi bangunan maupun keselamatan penghuninya.

Menggunakan metode cluster (pengelompokan) dapat membangun hal positif, yaitu saling komunikasi atau interaksi sesama tetangga sehingga terjalin kerjasama untuk saling mengawasi anak dari tetangga satu dengan tetangga yang lain.

Untuk itu Anda harus memperhatikan sebelum membeli perumahan atau apartemen. Hal tersebut untuk mengutamakan atau Menjaga Keselamatan Anak di Rumah Anda.

loading...