Tanaman Polybag yang Menguntungkan Untuk ditanam di Halaman Rumah

  • by

Bercocok tanam merupakan hobi yang sangat mengasyikan dan bisa membuat pribadi tersebut menguntungkan. Bercocok tanam sangat tergantung pada media tanam tersebut, salah satunya dengan menggunakan polybag, karena pada akhirnya media tanam ini atau polybag lah yang menentukan hasil akhir daripada tanaman yang kita cocok tanam ini. Walaupun kini berkembang pesat teknologi bercocok tanam modern seperti hydroponik dan aeroponic. Semua itu tergantung jenis tanaman yang mampu ditunjang dengan media tersebut.

Salah satunya adalah tanaman sayuran organik, tanaman ini mampu ditanam pada media polybag. Tanaman organik ini tidak memerlukan tambahan pestisida, pupuk kimia, dan sejenisnya.

Media tanam itu adalah penopang tanaman, maka tugas utamanya adalah memberikan nutrisi yang cukup serta wadah akar tanaman yang tumbuh dan berkembang. Melalui media tanam yang pas dan cocok, tanaman tersebut mendapatkan sebagian besar nutrisinya. Polybag ini merupakan media tanam yang digunakan sebagai pengganti tanah. Maka, polybag ini harus bisa mereplace fungsi tanah bagi tanaman tersebut, diantaranya harus memiliki sifat fisik, biologi dan kimia yang pas dengan kebutuhan tanaman tersebut. Jadi, berikut ini adalah polybag yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  • Dapat tersedianya space atau ruang tumbuh bagi akar tanaman, dan sekaligus juga mampu menopang tanaman. Maksudnya, media tanam ini harus gembur dan subur, jadi akar tanaman bisa tumbuh baik dan sempurna, akan tetapi masih cukup kuat memegang akar dan menopang batang agar tidak roboh dan jatuh layu.
    • Hati-hati! jika media ini terlalu gembur, pertumbuhan akar akan leluasa bebas namun tanaman akan terlalu mudah tercabut dan lemas. Sebaliknya apabila terlalu padat, akar akan kesulitan untuk tumbuh.
  • Dapat menampung atau menyimpan air yang baik, artinya kelembapan yang tinggi dan fungsi pengaliran air yang bagus. Media tanam harus memiliki tingkat kelembapan yang baik, menyimpan air dan sekaligus membuangnya jika berlebih.
  • Memiliki zat hara atau mineral yang baik. Zat ini yang nantinya akan diserap oleh akar untuk menjadi zat hijau daun dan sebagainya.
  • Jauh dari hama dan penyakit tanaman.
READ  Ide Pembuatan Kolam Ikan Hias Minimalis Di Halaman Rumah

Beberapa Bahan Medi Tanam Organik

Di sini memiliki banyak material yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan media tanam baik dari alami maupun buatan (sintesis). Kali ini kita bahas yang organik atau alami saja.

1. Tanah (bahan utama)
Tanah yang baik untuk media tanam sebaiknya diambil dari lapisan bagian atas (top soil). Secara umum terdapat dua tipe tanah yaitu yang harus diperhatikan yakni tanah pasir dan tanah lempung. Tanah yang berpasir memiliki kemampuan drainase yang baik, cepat mengalirkan air namun kelemahannya tanah tersebut buruk dalam menyimpan air sebagai cadangan. Sedangkan tanah lempung lebih sulit ditembus oleh air sehingga akan membuat air tergenang dalam media tanam. Tanah yang baik untuk media tanaman tidak terlalu berpasir dan tidak terlalu lempung, melainkan harus gembur.

2. Kompos atau humus
Kompos merupakan bahan organik yang berfungsi sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang digunakan untuk media tanam adalah kompos padat. Hampir semua jenis kompos padat bisa digunakan sebagai bahan baku media tanam. Penambahan bahan-bahan organik seperti kompos atau humus pada media tanam bisa memperbaiki struktur fisik tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kompos yang ditambahkan sebaiknya berupa kompos yang telah matang. Kompos yang belum matang berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Selain itu unsur haranya sulit diserap tanaman karena belum terurai secara penuh.
Selain kompos, bisa juga memanfaatkan humus yang didapatkan dari hutan. Tanah humus memiliki kandungan unsur hara yang tinggi. Bila lokasi anda dekat dengan hutan, tanah humus bisa dicari dengan mudah. Tempat-tempat terbaik adalah disekitar tanaman pakis-pakisan. Unsur bahan organik lain juga bisa digunakan sebagai pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja perlu digarisbawahi, sebaiknya gunakan pupuk kandang atau hijau yang telah matang benar dan teksturnya sudah berbentuk granul seperti tanah. Penggunaan pupuk kandang yang belum matang beresiko membawa hama dan panyakit pada tanaman.

READ  Teknik Sukses Menanam Tanaman Di Lahan Yang Sempit

3. Arang sekam atau sabut kelapa
Arang sekam merupakan hasil pembakaran tak sempurna dari sekam padi. Arang sekam berguna untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah. Penambahan arang sekam pada media tanam akan memperbaiki struktur media tanam karena mempunyai partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan air, udara dan menjaga kelembaban. Manfaat arang sekam adalah bisa menetralisir keasaman tanah, menetralisir racun, meningkatkan daya ikat tanah terhadap air, merangsang pertumbuhan mikroba yang menguntungkan bagi tanaman, menjadikan tanah gembur sehingga memperbaiki drainase dan aerasi tanah. Arang sekam lebih baik dibanding sekam padi, karena arang sekam sudah mengalami pembakaran yang bisa menghilangkan bibit penyakit atau hama yang mungkin saja terikut. Selain arang sekam, bisa juga digunakan sisa-sisa sabut kelapa (coco peat). Sabut kelapa mempunyai sifat seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok digunakan di daerah yang kering dengan curah hujan rendah. Sabut diambil dari bagian kulit kelapa yang sudah tua.

Cara Membuat Media Tanam Organik
Berikut ini cara-cara membuat media tanam polybag atau pot dengan menggunakan bahan baku yang telah diterangkan di atas. Untuk membuat media tanam yang baik diperlukan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara. Bahan baku yang akan digunakan dalam tutorial berikut adalah tanah top soil, kompos dan arang sekam. Berikut langkah-langkahnya:

READ  Furniture Meja Kursi Teras Rumah Terbaru Yang Awet
  • Siapkan tanah yang terlihat gembur dan subur, lebih baik diambil dari bagian paling atas. Kemudian ayak tanah tersebut hingga menjadi butiran-butiran halus. Usahakan tanah dalam keadaan kering sehingga tidak menggumpal. Tanah yang menggumpal akan menyebabkan bahan-bahan tidak tercampur dengan merata.
  • Siapkan kompos yang telah matang, bisa dari jenis kompos biasa, bokashi atau kompos takakura. Ayak kompos atau humus tersebut sehingga menjadi butiran halus.
  • Siapkan arang sekam, silahkan baca cara membuat arang sekam.
  • Campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah. Komposisi campuran adalah 2 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang sekam (2:1:1). Aduk hingga merata.
  • Siapkan pot atau polybag, masukkan campuran tersebut kedalamnya. Media tanam sudah siap digunakan.

Sekadar catatan, ketiga bahan baku tersebut bisa juga dicampur dengan komposisi 1:1:1 atau 2:1:1. Mana yang terbaik bagi Anda, tentunya tergantung dari jenis tanaman dan ketersediaan sumber daya. Mengenai hasil, beberapa penelitian menunjukkan hal yang berbeda. Lebih baik mencobanya secara try and error. Media tanam sangat berguna apabila kita ingin menanam sayuran dalam polybag atau pot. Metode seperti ini cocok diterapkan di lahan yang terbatas atau lahan sempit.

tanaman-jeruk
tanaman-jeruk

Tanaman Polybag yang Menghasilkan

  1. Tanaman Jeruk
  2. Sawi
  3. Bawang Merah
  4. Kentang
  5. Bayam
  6. Wortel
  7. Kacang Kedelai
kentang-dalam-polybag
kentang-dalam-polybag